hidup itu bukannya penuh pilihan, hanya memiliki jalan yang berbeda untuk tiap tujuan,
hidup itu bukannya penuh cobaan, hanya memiliki aturan berbeda tiap jalannya,
pilihan itu bukannya untuk ditentukan, hanya perlu dipikirkan jalan terbaiknya,
cobaan itu bukannya untuk dilalui, hanya perlu renungan atas apa yang diberikan-Nya untuk kita
itulah yang semalaman terngiang dikepalaku,
setelah 20 tahun hidup aku baru mengerti apa itu manusia. manusia bukanlah makhluk hidup yang memiliki akal, pikiran, budaya dan peradaban. Manusia bukanlah dia yang mampu mengendalikan dan memanfaatkan lingkungannya. Manusia adalah dia yang mampu memikirkan yang terbaik dan merenungkan apa yang diberikan-Nya pada kita.
Yang terbaik bukanlah untukku sendiri, tetapi untuk mereka yang terus memikirkan tentangku. Bukan tentang bagaimana memanfaatkan keberadaanku seperti arti manusia yang kupelajari 20 tahun terakhir, tetapi tentang bagaimana hidupku nantinya seperti arti manusia yang baru tadi malam kupelajari. Merenungkan bukanlah tentang duduk menangis dan menyesal, tetapi memikirkan lagi jalan yang terbaik untuk mereka nantinya.
semalam kepalaku dipenuhi pikiran aneh, aku mulai teringat saat kami hanya bisa makan dengan nasi dan garam. Aku terus teringat saat orang tuaku tidak makan untuk obat anaknya. Aku terus teringat sahabatku yang meninggal dulu.
Aku terus berfikir kenapa Kakakku ditakdirkan Leukimia, aku terus berfikir kenapa sahabatku meninggal saat kami baru bisa tertawa bersama.
semalam akhirnya aku dapat jawabannya, manusia tidak akan mampu memikirkan apa yang terbaik untuknya, atau untuk orang disekitarnya, tidak tanpa bantuan jalan hidup yang sudah dilaluinya.
sekarang, aku dihadapkan dengan jalan yang baru, menginggalkan semuanya selama 8 tahun, atau bersama semuanya selama 8 tahun.
terus bersama para munafik di siang hari tetapi tertawa dengan keluarga di malam hari, atau memilih bersama orang yang mungkin tidak kukenal sama sekali kecuali Dia dan Dia.
saat itulah aku tidak bisa memilih, antara sahabat dan keluarga.
antara dua orang yang kupercaya, yang mengerti aku apa adanya.
siapa yang kupilih?
sahabat? keluarga? tidak keduanya?
lalu akhirnya aku berfikir lagi, tidak ada yang perlu dipilih, tapi difikirkan yang mana yang terbaik untuk orang disekitarku.
Jalan terbaikMu adalah disana, mewujudkan apa yang kau inginkan untuk ibumu sendiri,
Jalan terbaikKu adalah disini, mewujudkan apa yang ku inginkan untuk ibuku sendiri.
meski tujuan kita sama, jalan kita berbeda.
See ya . . .
wish all the best 4 U.
We're bless U, and God also.
Zie. L.
dedicated to my best Friend
Selasa, Juni 07, 2011
Langganan:
Postingan (Atom)
