Rabu, Oktober 19, 2011

si Kecil Dampak besar

Radioaktivitas adalah kemampuan inti atom yang tak-stabil untuk memancarkan radiasi dan berubah menjadi inti stabil. Proses perubahan ini disebut peluruhan dan inti atom yang takstabil disebut radionuklida. Materi yang mengandung radionuklida disebut zat radioaktif.

Radioaktivitas berdasarkan asalnya dapat dikelompokkan menjadi radioaktivitas alam, dan radioaktivitas buatan, yaitu hasil kegiatan yang dilakukan manusia. Dalam radioaktivitas alam, ada yang berasal dari alam dan dari radiasi kosmik. Radioaktivitas buatan dipancarkan oleh radioisotop yang sengaja dibuat manusia, dan berbagai jenis radionuklida dibuat sesuai dengan penggunaannya.

Radiasi radioaktif dapat bersifat berbahaya dan dapat juga menguntungkan bagimakhluk hidup. Bahaya radiasi radioaktif dibedakan menjadi dua macam yaitu bahaya radiasi eksternal dan bahaya radiasi internal.

Bahaya radiasi eksternal berasal dari sumber radiasi yang terletak diluar tubuh manusia, tetapi walaupun berada di luar tubuh manusia tetap berbahaya jika sampai masuk ke dalam tubuh manusia. Bahaya radiasi eksternal dapat diakibatkan oleh paparan radiasi beta, sinar X, gamma/netron, yang semuanya dapat menembus organ tubuh manusia. Faktor yang diketahui mempengaruhi efek biologi dari radiasi eksternal yaitu dosis serap, distribusi radiasi pada tubuh, distribusi waktu paparan, dan usia.

Bahaya radiasi internal artinya unsur radioaktif tersebut tidak berbahaya jika hanya berada di luar tubuh manusia karena jangkauannya sangat pendek tetapi dapat menjadi berbahaya apabila masuk ke dalam tubuh manusia.

Kontaminasi internal dapat terjadi melalui saluran pernafasan (inhalasi), saluran pencernaan (ingesi) dan kontak luka di permukaan kulit. Kontaminasi internal dapat terjadi secara akut maupun kronis, langsung maupun melalui beberapa perantara. Efek radiasi internal dipengaruhi oleh jumlah radionuklida yang masuk, jalan masuk ke dalam tubuh, sifat fisik radionuklida, sifat kimiawi dan kinetikanya termasuk organ sasaran radionuklida. Tempat akumulasi radionuklida ditentukan oleh jenis dan bentuk atau susunan kimianya. Seperti yodium akan menuju kelenjar gondok karena yodium adalah zat yang diperlukan untuk pembuatan hormon tiroid. Strontium dan radium akan terakumulasi pada tulang dan cesium pada jaringan lunak.

Mengingat resiko yang besar dari radiasi bahan radioaktif, pegelolaan dan pemantauan adalah tindakan yang paling penting untuk mengurangi dampak radiasi pada lingkungan. Beberapa hal yang perlu didapat dari pemantauan adalah :
1. tingkat radiasi alamiah,
2. terjadinya perubahan tingkat radioakifitas,
3. ada tidaknya kebocoran pada reaktor, dan
4. penentuan standar keamanan

Pemantauan bekala sebaiknya dilakukan di dalam dan di luar pabrik atau gedung untuk meneliti pengaruh terhadap lingkungan. Pemeriksaan beberapa aspek di sekitar pabrik atau bangunan seperti radioaktifitas diudara, tanah, air, lumpur, dan tumbuhan di sekitar pabrik atau bangunan. Permasalahan yang dirasa cukup pelik dalam penanganan bahan radioaktif adalah transportasi, kecelakaan dan penanganan terhadap cara kerja dengan bahan radioaktif. Radiasi yang pada dasarnya dalam bentuk gelombang dapat dihambat dengan dinding dengan kerapatan tinggi dan ukuran molekul kecil.
,Zie. L.